ilalang Di Bukit Hambalang


Heran saya sama Ray Surem itu mengapa dia berasap dan terbakar sampai konpers gara2 pak Jokowi geleng2 kepala lihat ilalang di bukit Hambalang. Sekilas wawancara dengan Ray Surem dan Johan Budi di ujung telpon bersama Ikra Nusa Bakti di Kompas TV. RS berkata bagaimana Presiden tidak diberi tahu JB sebagai mantan KPK dan menpupera bahwa proyek Hambalang itu tidak mangkrak, tapi tidak dapat diteruskan pembangunannya karena sedang berperkara. RS mempermasalahkan kata mangkrak yang diucapkan Presiden. Kemudian dijawab oleh JB bahwa mangkrak itu artinya terhenti apapun alasannya, dan Presiden tidak mempermasalahkan alasannya, cuma beliau menyayangkan jika proyek itu dibiarkan mangkrak. Presiden berharap bangunan itu dapat segera diteruskan pembangunannya apapun peruntukannya, mau terus dijadikan sekolah OR, wisma atlet ataupun rusunawa. Lho letak kesalahannya di mana coba? Perlu diingat bahwa Proyek Hambalang itu memang pantas dinyatakan mangkrak karena memang ada bangunan yang ambles karena salah konstruksi Lucunya RS ini selalu memotong pembicaraan JB ketika JB mengatakan kebenaran. Ketika JB sedang berbicara seringkali RS ini ketawa meringkik, atau ngomel2 kayak ibu2 kehabisan uang belanja di ujung telpon. Macam orang stress gitulah. Jadinya mengganggu pendengaran pemirsa tv. Jelas itu tujuan RS, yaitu agar kebenaran tak tersampaikan, Bagi saya memotong pembicaraan itu sudah kelakuan yang tidak etis dan tidak pantas dilakukan oleh seorang mantan mentri. Ini kata Ray Surem juga, DPR ketawa, ketika Presiden ke Hambalang dan geleng2 kepala, kayak anak kecil aja katanya. Padahal kenyataannya di medsos Ray Surem dan SBY lah yang lagi dibully habis2an. Kalau dirunut, siapa sih yang menghubungkan kunjungan Presiden Jokowi ke Hambalang dengan kritik SBY saat sedang tour? Apakah Pak Jokowi? Tidak bukan? Netizenlah yang menghubung2kannya. Sedangkan Pak Jokowi tidak menjawab sama sekali kritik mantan yang usil itu. Kata sang mantan, pemerintah sebaiknya tidak menguras anggaran di sektor infrastruktur. Apalagi, kondisi ekonomi tanah air sedang lesu. Lhooo kalau proyek infrastruktur banyak yang mangkrak apa tidak malah merugikan negara? Infrastruktur yang dilanjutkan dan berfungsi akan mendorong laju ekonomi Pak,,, Haddeuh,, mantan yang Doktor kok ndak tahu prinsip ekonomi yang paling dasar seperti itu Saya tahu Sang mantan kebat kebit Setiap Pak Jokowi meresmikan proyek infrastruktur, doi takut elektabilitas Pak Jokowi semakin meroket sedangkan publik akan semakin tahu kalau SBY adalah Presiden ahli mangkrak. Tol Sumo Surabaya Mojokerto yang baru diresmikan Pak Jokowi itu mangkrak 21 tahun. Bendungan Jati Gede mangkrak 50 tahun, Waduk Nipah di Sampang Madura mangkrak 55 th. Pembangunannya sebelum rezim SBY sih, tapi dia kan tidak mau meneruskan, Bayangkan berapa besarnya kerugian negara jika proyek mangkrak seperti itu. Kalau dikebut dan diselesaikan Pak Jokowi, banyak yang bilang, beliau hanya meneruskan program.. jiaan lambene njaluk dirempel Salah satu penyebab proyek mangkrak adalah masalah pembebasan lahan. Pak Jokowi adalah ahli dalam membebaskan lahan, karena beliau adalah orang yang paling adil dalam hal ini. Jika tanah yang hendak dibebaskan harganya saat itu cuma 100rb/meter maka Pak Jokowi akan memperhitungkan harga tanah jika proyek sudah jadi, pasti akan naik berlipat2, makanya beliau berani mengganti lahan itu sampai 1 juta/meter. Itulah pemimpin yang adil, tidak mau merugikan rakyatnya. Dengan catatan tanah itu mempunyai surat kepemilikan yang sah, dan bukan tanah negara yg digunakan secara liar seperi Kalijodo. Di akhir sesi Ikra NB menyesalkan kenapa kritik mantan tidak disampaikan langsung, kenapa melalui media? Bisa melalui telpon, kan? Tak ada Presiden manapun di dunia yg suka usil macam SBY ketika sudah menjadi mantan. Bagi saya Sang mantan sedang cari muka kepada rakyat, untuk mendongkrak elektabilitas partainya yang ambles sampai ke inti bumi akibat korupsi para kadernya. By: Liza Novijanti

Komentar

Postingan populer dari blog ini