Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

ilalang Di Bukit Hambalang

Heran saya sama Ray Surem itu mengapa dia berasap dan terbakar sampai konpers gara2 pak Jokowi geleng2 kepala lihat ilalang di bukit Hambalang. Sekilas wawancara dengan Ray Surem dan Johan Budi di ujung telpon bersama Ikra Nusa Bakti di Kompas TV. RS berkata bagaimana Presiden tidak diberi tahu JB sebagai mantan KPK dan menpupera bahwa proyek Hambalang itu tidak mangkrak, tapi tidak dapat diteruskan pembangunannya karena sedang berperkara. RS mempermasalahkan kata mangkrak yang diucapkan Presiden. Kemudian dijawab oleh JB bahwa mangkrak itu artinya terhenti apapun alasannya, dan Presiden tidak mempermasalahkan alasannya, cuma beliau menyayangkan jika proyek itu dibiarkan mangkrak. Presiden berharap bangunan itu dapat segera diteruskan pembangunannya apapun peruntukannya, mau terus dijadikan sekolah OR, wisma atlet ataupun rusunawa. Lho letak kesalahannya di mana coba? Perlu diingat bahwa Proyek Hambalang itu memang pantas dinyatakan mangkrak karena memang ada bangunan yang ambles kar...

Bupati Yoyok: Ngawur yang Milih Saya

Nama Yoyok Riyo Sudibyo melenting sejak dia menerima penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award, medio tahun kemarin. Tapi, karena itu pula `ketenangan` Bupati Batang, daerah kecil di Jawa Tengah, itu terusik. Banyak orang jadi hendak bertemu dan mengenal sosoknya. Bung Hatta Award adalah sebuah penghargaan prestisius. Penerimanya orang-orang bersih. Pemberantas korupsi. Yoyok menjadi salah satunya karena dinilai berhasil memerangi korupsi dan mereformasi birokrasi di Batang. Bukan perkara mudah bagi Yoyok melakukan semua itu. Bahkan, pada tahun pertama kepemimpinannya, sejak dilantik pada 13 Februari 2012, bapak dua putra itu nyaris menyerah. Dia merasa tak akan mampu menakhodai Hanacaraka. "Kehidupan saya hancur mas...," Yoyok berkata sambil menarik napas dalam-dalam lalu mengentakkannya keras-keras di hadapan wartawan Metrotvnews.com M. Rodhi Aulia dan Sjaichul Anwar di ruang belakang rumah dinas bupati di Jalan Veteran, akhir pekan kedua Maret 2016. Belakangan, Yoyok ...

Komodifikasi Politik Wong Cilik

TENTU saja tujuan utama Indonesia didirikan ialah untuk menyejahterakan wong cilik, kemerdekaan yang diproklamasikan sebagai 'jembatan emas' "...untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial." Sebagaimana dicanangkan Soekarno dan Hatta bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan dengan raga dan jiwa itu tujuan utamanya bukan hanya meraih kebebasan, melainkan juga kebersamaan dan persaudaraan. Tidak sebagaimana pekik revolusi kemerdekaan Prancis yang hanya memunculkan wabah borjuisme dan meninggalkan rakyat tetap dalam ketidakberdayaan. Pengalaman rasa kebangsaan (nasionalisme) sesungguhnya telah cukup meneguhkan di mana seharusnya posisi rakyat diletakkan. Nasionalisme keindonesiaan dibangun justru diacukan, di samping kepada imaji kebangsaan yang menjadi kebutuhan bersama, juga pada persamaan takdir ketertindasan oleh kaum kolonial yang dialami k...