Gejolak Bahan Bakar Minyak/BBM
meskipun kondisi badanku sangat letih, penat dan cape' setelah menempuh perjalan pulang-pergi yang hanya menggunakan kendaraan bermotor roda dua yang jarak tempuhnya lumayan jauh, namun setelah tiba kembali ke lokasi kerjaku tetap ku usahakan untuk mandi walau malam telah larut. aku tak perduli meski teman-temanku bilang mandi malam berefek rematik, kupikir setelah mandi rasa pegal-pegal badanku bisa berkurang dan berharap pikiranku nantinya bisa fresh kembali..
rencana perjalananku tadi pagi semula hanya akan membawa motorku untuk cervis yang ke sekian kalinya, itung-itung sambil meminta plat nomor polisinya yang telah berkisar lima bulanan semenjak aku mengambil secara angsuran dari dealer plus bengkel cervisnya yang belum sempat keluar, "alhamdulillah.. sesampainya di dealer plat tersebut telah keluar dan sekalian dipasangkan ke motorku. "hehehe.. rupanya setelah semuanya beres ternyata rencanaku yang semula akan kembali ke lokasi tempat kerjaku jadi berubah dan ku urungkan niatku sebelumnya.. kupikir apa salahnya jika aku langsung ke kota? "toch, nantinya sampai di sana ada juga suatu keperluan yang musti beli. setelah berjalan bebera kilometer aku berhenti di sebuah SPBU untuk mengisi premium tank bensin motorku yang nyaris kering. rupanya antrean kendaraan yang saling berebut BBM membuatku jadi tak sabar, lalu kubelokkan motorku di lapak penjual BBM eceran disekitar SPBU tersebut. "berapa pak? tanyaku pada si penjual BBM terbebut. dua jerigen berarti empat liter.. enam puluh empat ribu mas..!! jawab si penjual.. "betapa terkejutnya aku saat mendengar bahwa harga bensin dua jerigen yang katanya seharga teriakanya tadi.. per jerigen isinya 2 liter, padahal tiap-tiap jerigen isinya tidak penuh.. jika kuperkirakan isi per jerigen tersebut paling kisaran 1,6 liter. "huhh.. aku menggerutu dalam hati betapa mahalnya..
kataku.."kok mahal banget sih pak?
"iya mas.. Soalnya pasokan BBM dari pertamina selain dibatasi juga sering telat..inipun saya beli sama orang yang bawa kendaraan pribadi dan saya hanya ngambil untung lima ratus rupiah per liter, alasan si penjual.. Padahal para penjual BBM eceran disekitar SPBU tersebut telah ada kesepakatan sebelumnya dengan pegawai SPBUnya sendiri ketika malam hari saat si pengecer membelinya di TKP/SPBU tersebut..
setelah usai membayar harga bensin yang kubeli, aku melanjutkan perjalananku lagi. sambil mengendarai motorku tak henti-hentinya aku mengumpat pada pihak yang paling berkopetensi dengan urusan BBM di Negara yang dikelola oleh para "Bangsat dan Keparat" ini.. "beginikah sistem pengelolaan, tatanan negara yang makin hari kian carut marut ini?
permasalahan fungsi pengawasan untuk pasokan, pendistribusian hingga penjualan saja aturanya sudah carut marut, kedodoran.. "hmm.. jika dipikir-pikir kita tinggal dinegara ini seperti disembelih oleh bangsanya sendiri.. karena penerapan hukumnya yang masih memberi ruang gerak kearah itu, lemahnya fungsi pengawasan, berarti lemah juga fungsi hukum dan penerapanya.. apapun itu sistem liberalis maupun kapitalisme, yang pada akhirnya hanya akan melahirkan para spekulan-spekulan yang tumbuh bak jamur dimusim hujan..
premium per liter penetapan harganya Rp 4500, jika sistem pasokan dan pengawasanya didaerah terkendala akan selalu d'manfaatkan oleh para spekulan hingga melambung naik nyaris mencapai empat kali lipatnya per liter..
"ingat..!! bahwa masalah BBM adalah permasalahan hajat seluruh rakyat negara ini.. yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah pihak PERTAMINA selaku penguasa industri hulu sampai ke hilir. jika kondisi seperti ini dibiarkan terus menerus, maka dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya...
Whed 13 Jully 2011
rencana perjalananku tadi pagi semula hanya akan membawa motorku untuk cervis yang ke sekian kalinya, itung-itung sambil meminta plat nomor polisinya yang telah berkisar lima bulanan semenjak aku mengambil secara angsuran dari dealer plus bengkel cervisnya yang belum sempat keluar, "alhamdulillah.. sesampainya di dealer plat tersebut telah keluar dan sekalian dipasangkan ke motorku. "hehehe.. rupanya setelah semuanya beres ternyata rencanaku yang semula akan kembali ke lokasi tempat kerjaku jadi berubah dan ku urungkan niatku sebelumnya.. kupikir apa salahnya jika aku langsung ke kota? "toch, nantinya sampai di sana ada juga suatu keperluan yang musti beli. setelah berjalan bebera kilometer aku berhenti di sebuah SPBU untuk mengisi premium tank bensin motorku yang nyaris kering. rupanya antrean kendaraan yang saling berebut BBM membuatku jadi tak sabar, lalu kubelokkan motorku di lapak penjual BBM eceran disekitar SPBU tersebut. "berapa pak? tanyaku pada si penjual BBM terbebut. dua jerigen berarti empat liter.. enam puluh empat ribu mas..!! jawab si penjual.. "betapa terkejutnya aku saat mendengar bahwa harga bensin dua jerigen yang katanya seharga teriakanya tadi.. per jerigen isinya 2 liter, padahal tiap-tiap jerigen isinya tidak penuh.. jika kuperkirakan isi per jerigen tersebut paling kisaran 1,6 liter. "huhh.. aku menggerutu dalam hati betapa mahalnya..
kataku.."kok mahal banget sih pak?
"iya mas.. Soalnya pasokan BBM dari pertamina selain dibatasi juga sering telat..inipun saya beli sama orang yang bawa kendaraan pribadi dan saya hanya ngambil untung lima ratus rupiah per liter, alasan si penjual.. Padahal para penjual BBM eceran disekitar SPBU tersebut telah ada kesepakatan sebelumnya dengan pegawai SPBUnya sendiri ketika malam hari saat si pengecer membelinya di TKP/SPBU tersebut..
setelah usai membayar harga bensin yang kubeli, aku melanjutkan perjalananku lagi. sambil mengendarai motorku tak henti-hentinya aku mengumpat pada pihak yang paling berkopetensi dengan urusan BBM di Negara yang dikelola oleh para "Bangsat dan Keparat" ini.. "beginikah sistem pengelolaan, tatanan negara yang makin hari kian carut marut ini?
permasalahan fungsi pengawasan untuk pasokan, pendistribusian hingga penjualan saja aturanya sudah carut marut, kedodoran.. "hmm.. jika dipikir-pikir kita tinggal dinegara ini seperti disembelih oleh bangsanya sendiri.. karena penerapan hukumnya yang masih memberi ruang gerak kearah itu, lemahnya fungsi pengawasan, berarti lemah juga fungsi hukum dan penerapanya.. apapun itu sistem liberalis maupun kapitalisme, yang pada akhirnya hanya akan melahirkan para spekulan-spekulan yang tumbuh bak jamur dimusim hujan..
premium per liter penetapan harganya Rp 4500, jika sistem pasokan dan pengawasanya didaerah terkendala akan selalu d'manfaatkan oleh para spekulan hingga melambung naik nyaris mencapai empat kali lipatnya per liter..
"ingat..!! bahwa masalah BBM adalah permasalahan hajat seluruh rakyat negara ini.. yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah pihak PERTAMINA selaku penguasa industri hulu sampai ke hilir. jika kondisi seperti ini dibiarkan terus menerus, maka dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya...
Whed 13 Jully 2011
Komentar
Posting Komentar