TAK banyak politikus yang menempuh jalan zigzag seperti Anies Baswedan. Sebelum drama pilkada DKI Jakarta 2017, Anies merupakan tokoh protagonis yang di dalam dirinya melekat semua atribut yang diidamkan semua orang: mantan aktivis mahasiswa, intelektual muda jebolan Amerika, rektor Universitas Paramadina, dan seabrek peran positif lainnya. Majalah top Amerika, Foreign Policy, tahun 2008, mendapuknya sebagai salah satu dari 100 intelektual publik dunia. Tahun 2009, World Economic Forum memasukkan namanya dalam Young Global Leaders. Seolah tak mau ketinggalan, April 2010, Majalah Foresight, merilis laporan khusus bertajuk 20 Persons 20 Years. Nama Anies masuk daftar 20 nama dari seluruh benua yang harus ditimang-timang. Foresight menulis, “He is a moderate muslim who consistently stands in the middle, not affiliated with any political party or group.” Anies menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara yang masuk daftar bergengsi tersebut bersama Vladimir Putin (Russia), David Milib...
Postingan
Menampilkan postingan dari 2017
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rob Allyn, guru Saracen Oleh : Dr Ir Pandji R Hadionoto MH Pilpres Indonesia 2014 tercatat sebagai kontestasi pemilihan Presiden yang paling sarat dengan kampanye hitam, mungkin harus segera disebut nama satu orang yang sangat – kalau bukan paling – bertanggungjawab. Orang itu adalah Rob Allyn. Warga negara Amerika Serikat ini adalah tukang plintir (spin doctor) yang merancang segenap propaganda hitam untuk menghancurkan Jokowi. Dia memang bukan orang main-main. Dia adalah perancang kampanye George Bush untuk menjadi Gubernur Texas, dan berada di tim pemenangan Bush untuk menjadi Presiden Amerika Serikat pada 2000 dan 2004. Namun yang paling penting dalam catatan prestasinya adalah ketika ia menjadi konsultan politik calon presiden Meksiko, Vincente Fox, segera sesudah Bush menang di AS. Berkat tangan dinginnya, Fox berhasil naik ke tampuk kekuasaan dengan menumbangkan Partai Revolusi Institusional yang sudah berkuasa selama 71 tahun. Rob telah malang melintang di dunia periklanan...
Patrialis Dalam Bidikan KPK
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
K omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah mengikuti gerak-gerik Hakim Konstitusi Patrialis Akbar selama enam bulan terakhir terkait dugaan suap uji materi Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan berkata, selain terhadap Patrialis, pengintaian juga dilakukan terhadap empat tersangka lain yang telah ditetapkan lembaga antirasywah. Keempat tersangka yang dimaksud adalah Patrialis, KM, BHR, dan NGF. BHR adalah pihak swasta yang disangka memberikan suap kepada Patrialis bersama sekretarisnya NGF. Kemudian, KM adalah pihak swasta yang menjadi perantara suap tersebut. "Kalau tak salah (pemberian suap) yang US$20 ribu ini bahkan sudah yang ketiga. Tanggalnya nanti akan diberikan," kata Basaria dalam konferensi pers di KPK, Kamis (26/1). Patrialis dan tiga orang lain menjadi tersangka karena terbukti melakukan praktik suap untuk mempengaruhi hasil uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan. Menurut Basa...